Iklan

Ternyata Kuliner Tradisional Lebih Menyehatkan, Ini Alasannya !

18 Juli 2022, 12:00 WIB


suluah.id Makanan tradisional yang tidak berpengawet dengan proses pembuatan alami, jelas memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan  makanan saat ini yang memiliki kandungan gula tinggi. Seiring berjalannya waktu, makanan tradisional mulai tersingkir dengan munculnya makanan baru yang hanya menjual rasa dan kemasan tanpa mempertimbangkan kandungan gizi  di dalamnya.
Masakan tradisional merupakan salah satu makanan sehat yang bisa anda makan, selain cara memasak, juga karena penggunaan bumbu segar dan rempah-rempah seperti kunyit, lengkuas, ketumbar, kemangi, serai, dan cabai segar yang baik untuk kesehatan tubuh.

Berbagai sayuran yang umum digunakan dalam masakan tradisional seperti tomat, bawang putih, bawang merah, paprika, kubis, brokoli, dan wortel memiliki kandungan yang kaya akan serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa yang berkontribusi meningkatkan proses pencernaan yang lebih baik.
Beberapa bahan umum yang sering digunakan dalam masakan tradisional, seperti tahu, tempe, daging tanpa lemak, dan ikan juga merupakan pilihan bahan makanan yang menyehatkan.

Menurut pakar gizi, dilihat dari kandungan gizi, makanan tradisional lebih aman dibandingkan makanan kekinian karena bahan tambahan pangan (BTP) yang digunakan cenderung menggunakan bahan alami. Jika dilihat lebih teliti, jajanan sekarang cenderung menggunakan BTP jenis pengawet, penyedap dan pemanis. Jika dikonsumsi secara terus-menerus akan membahayakan kesehatan konsumen.
Menurutnya, makanan  kekinian sangat menarik bagi anak-anak dan remaja dengan warna yang menarik, rasa yang beraneka ragam, dan aroma yang sangat sensasional. Namun, tidak semua jajanan kekinian tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan. Perlu diperhatikan, pembatasan konsumsi makanan dengan BTP sintetis untuk menghindarkan konsumen dari berbagai macam penyakit yang tidak menular. Seperti hipertensi, jantung, diabetes mellitus, bahkan stroke.



Selain itu, untuk konsumsinya, bagi orang yang memiliki status gizi normal juga harus dibatasi. Karena kandungan gizi yang tidak lengkap, kandungan energi tinggi dan tinggi lemak akan berisiko pada obesitas.

Oleh karena itu, untuk mengganti jajanan yang memang dikonsumsi setiap hari, Devi menyarankan untuk mengganti dengan makanan yang lebih sehat. Meskipun tergolong sehat, jajanan tradisional yang kini sudah mulai sulit ditemui, juga tidak menarik minat para pembeli.

Hal ini menjadi pekerjaan yang harus dipikirkan oleh pedagang dan pemerintah untuk tetap membudayakan masyarakat dengan mengkonsumsi makanan tradisional. Jangan hanya makanan tradisional ada saat di acara-acara tertentu yang diadakan oleh pemerintah.

Bagaimana masakan tradisional bisa lebih sehat?

 
1. Teknik memasak

Mengukus adalah salah satu cara memasak terbaik karena membuat kandungan vitamin dalam makanan tetap terjaga. Sebuah studi menemukan bahwa kandungan vitamin C dalam kubis, bayam, dan brokoli yang dikukus hanya hilang sebesar 9-15%. Cobalah untuk mengganti resep menggoreng makanan anda dengan mengukusnya, misalnya saat memasak ikan atau ayam.

Memasak dengan cara merebus makanan juga termasuk metode memasak tradisional yang menyehatkan. Memasak dengan cara merebus membuat masakan lebih cepat matang, dan terbilang mudah dilakukan karena kamu cukup menambahkan air dan garam ke dalam bahan makanan. Biasanya bahan makanan yang dimasak dengan cara direbus adalah sayuran seperti brokoli, wortel, bayam, telur atau ikan.

Meski demikian, terlalu lama merebus sayuran cenderung akan membuat nutrisinya hilang. Vitamin C dalam sayuran, seperti bayam, brokoli, dan selada bisa hilang sebanyak 50% saat direbus. Tetapi merebus ikan justru akan mempertahankan asam lemak omega-3 yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, teknik memasak tradisional lainnya yang menyehatkan adalah dengan cara mengetim dan menyetup.

 

2. Gula alami

Masakan tradisional seringkali menggunakan pemanis alami seperti gula aren, yang memiliki GI lebih rendah dari gula olahan biasa. Gula aren memiliki indeks glikemik sebesar 35, yang berarti hampir dua kali lipat lebih rendah dibandingkan dengan gula putih yang indeks glikemiknya kira-kira 60-65.
Indeks glikemik adalah skala untuk mengukur seberapa cepat karbohidrat yang dikonsumsi meningkatkan glukosa dalam darah Anda. 

Makanan yang indeks glikemiknya tinggi akan berdampak lebih besar pada meningkatnya gula darah Anda.
 



3. Banyak mengandung sayuran

Kebanyakan masakan tradisional mengandung sayuran segar sebagai bahan utama. Makanan yang banyak mengandung sayur-sayuran jelas merupakan pilihan yang lebih sehat, selain itu makanan tradisional juga memiliki keseimbangan zat gizi makro yang tepat, seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Gado-gado, lotek dan urab-uraban merupakan contoh makanan tradisional yang mengandung banyak sayuran yang menyehatkan.

 
4. Rempah-rempah yang menyehatkan

Selain cara memasak dan penggunaan gula yang terkontrol, masakan tradisional juga banyak menggunakan repah-rempah alami yang memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa rempah-rempah yang umum digunakan dalam berbagai masakan tradisional:

Bawang : Penggunaan bawang merah dan bawang putih dalam masakan tradisional sepertinya sudah merupakan suatu hal yang wajib.

Khasiat bawang merah antara lain untuk Meningkatkan Kesehatan Tulang, meningkatkan sistem imunitas, mencegah diabetes, mencegah berkembangnya sel kanker, dll.
Bawang putih kaya akan kandungan vitamin B1, B2, B3, B6, folat, vitamin C, kalsium, besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, dan seng. Bawang putih memiliki manfaat kesehatan antara lain mencegah dan mengobati flu, mengandung antioksidan untuk kekebalan tubuh, baik juga untuk kesehatan jantung, mencegah kanker, menurunkan tekanan darah dna kolesterol, dan berbagai manfaat lainnya.

Kunyit: Kunyit mengandung sifat anti-inflamasi, antiseptik, anti-jamur dan antibakteri yang dapat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh anda. Curcumin merupakan komponen aktif dalam kunyit yaitu suatu antioksidan kuat, yang dapat membantu meringankan gejala alergi, melindungi tubuh dari kerusakan oleh racun dan radikal bebas, dan juga melindungi trombosit dalam darah, serta meningkatkan sirkulasi darah.

Serai: Serai telah banyak digunakan untuk mengobati flu dan pilek, demam, sakit kepala, sakit perut, gangguan pencernaan dan masalah jamur.

Lengkuas: Lengkuas yang biasa digunakan dalam berbagai masakan, ternyata sangat baik bagi kesehatan sistem pencernaan. Lengkuas dijuluki sebagai 'bumbu kehidupan', memiliki manfaat yang sama dalam kuliner maupun pengobatan.

Kemangi: Kemangi memiliki rasa yang pedas dan aroma yang harum khas, cocok dimakan lansung sebagai lalapan atau dicampurkan sebagai rempah penambah rasa dan aroma. Daun kemangi segar menganudng air, protein, karbohidrat, antioksidan lutein dan zeaxanthin, serta serat. Selain itu, daun kemangi juga mengandung nutrisi penting lain, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, folat, vitamin A, B, C, dan K, meskipun dalam jumlah yang sedikit.

Cabai : Pada masakan tradisisonal sangat umum menggunakan cabai, baik segar maupun kering, untuk memberikan rasa pedas. Kandungan capsaicin pada cabai dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi nafsu makan.

Selain capsaicin, kandungan lain yang terdapat pada cabe rawit di antaranya adalah betakaroten atau provitamin A, vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, mineral, kalsium, fosfor, protein, karbohidrat, zat besi, dan kalium. Tidak heran jika cabai memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kesehatan.

Ketumbar: Masakan Thailand memanfaatkan biji dan daun ketumbar. Hal ini telah terbukti dapat membantu meringankan masalah pencernaan seperti gas dan kembung, masalah pencernaan, infeksi dan mengobati kehilangan nafsu makan.

Santan: Banyak masakan tradisional dibuat dengan menggunakan santan. Meski santan mengandung lemak, ketika dikonsumsi dalam jumlah terbatas, santan dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat sambil meningkatkan kolesterol baik.

Berbagai jenis vitamin mineral penting juga terdapat pada santan. Di antaranya kaya zat besi, magnesium, pospor, potassiun, tembaga, selenium, seng, dan folat. Terdapat pula vitamin A, D, E, K, dan B16 juga bisa ditemukan. Selebihnya, santan mengandung thiamin, niacin, kolin, asam pantothenic, dan kalsium.

Berbagai jenis rempah-rempah lain yang umum digunakan, seperti jahe, pala, lada, kemiri, kapulaga, dan lain-lain; juga memiliki banyak manfaat untuk menjaga dna meningkatkan kesehatan tubuh. (rel/bd)
Komentar
Mari berkomentar secara cerdas, dewasa, dan menjelaskan. #JernihBerkomentar
  • Ternyata Kuliner Tradisional Lebih Menyehatkan, Ini Alasannya !

Iklan